Menikah?

si A: “Nin, tau tempat cari souvenir pernikahan yang unik nggak?”
Saia: “Waduh nggak tahu aku, ntar deh tak tanyain temenku yang baru merit”
si A: “thx ya.. Haduh parah nih, gedung udah pada penuh semua buat tanggal itu. nggak di Kartini, Aula Skodam, .. bla.. bla.. mungkin besok mau nyoba di Bakorwil aja”.
Saia: “Semangat, Bu! pasti dapat kok gedungnya”.
si A: “iya. nih juga masih mau cari salon pengantin yang Jawa. Ibu mu ada kenalan salon pengantin yang sebelum rias, puasa dulu nggak?”
saia: “Ada tuh, Salon E*** di daerah SMP 5, ruko2 gitu,”
si A: …..
saia: …..

Percakapan diatas adalah percakapan yang terjadi antara saya dan teman saya yang mau menikah beberapa bulan ke depan. Tepatnya bulan November. setelah keluarganya dan keluarga calon suaminya merundingkan kapan tanggal pasti pernikahan tersebut bakal digelar, dia memang jadi riweh. Langsung sibuk soal persiapan pernikahannya. Jadinya, komunikasi saya dan dia beberapa waktu belakangan ini jadi semacam nggak nyambung. Saya curhat soal kerjaan, dia curhat soal rencana pernikahan.

Jadi, terlintas di pikiran saya. Teman saya ini, seumuran dengan saya, kuliah belum selesai dan belum bekerja. Begitu juga calon suaminya, belum selesai kuliah, tapi memang sih calon suaminya itu sudah buka usaha kecil-kecilan.

Satu sisi saya senang. senang banget, lha wong saya yang jodohin mereka berdua. Tapi satu sisi saya ya heran, kok rasanya keburu-buru amat. Kenapa nggak tunggu lulus, punya kerjaan, jadinya nikah pun tenang, nggak ngrepotin orang tua. Tapi ya, pertanyaan itu, cuma saya simpan sendiri aja.

Akhirnya, saya iseng tanya, “Emang kamu udah siap mental?”
“Mboh yo. Hehehe,” ucapnya.

Lah, kalo jawabannya gini, saya jadi bingung. Saya tanya lagi, kenapa dia buru-buru menikah. Dia bilang, bapaknya yang suruh. Bapaknya nyuruh dia segera merit aja, soalnya nggak enak sama tetangga, kalo si cowok sering main ke rumah, belum ada ikatan. Apalagi tetangganya itu semacam tukang gosip gitu. Selain alasan bapaknya, temanku itu emang pengen cepat merit.

Saya jadi makin tuing-tuing nih. Apa ya semudah itu memutuskan sebuah pernikahan? Gara-gara pengen? Takut jadi omongan tetangga? Ini yang saya rada’ gag setuju.

Pertama, urusan apa sama tetangga. Bukan berarti menyepelekan tetangga juga sih, sejauh kita nggak melakukan hal yang salah, kenapa harus mikirin omongan tetangga. Apa ya si Bapak nggak berpikiran lebih jauh lagi, setelah nikah, anaknya mau makan apa, secara temanku ini belum lulus kuliah atau belum punya kerjaan.

Kedua, kalau soal pengen, aku juga pengen. Sapa juga yang nggak kepengen merit sama orang yang kita sayang. punya keluarga sendiri yang bahagia. Jelas itu impian semua orang. Tapi ya nggak serta merta langsung gedubrakan gitu. Tetap kudu mikir jauh. Jadi bahagia, bukan hanya dari cinta, tapi juga materi untuk memenuhi kebutuhan kita. Belum lagi, ntar kalau ada anak. Pasti kan pengen anak kita dikasih baju yang bagus, makanan yang bergizi, sekolah yang bagus, dll.

Tapi yah, Life is choice. Pilihan hidup setiap orang memang tidak selalu sama. Setiap orang berhak merancang hidupnya sendiri. Termasuk teman saya, saya, dan semua orang.

Saya pun kalau melihat teman yang mau merit sih, pasti membatin, “Waow jadi pengen. Kapan ya aku?”.Hehe ๐Ÿ™‚ Tapi kalau seandainya saat ini aku diajak merit beneran, tetep bakalan bingung mau bilang apa. Masih belum siap secara mental. Saya juga masih punya beberapa obsesi yang ingin saya wujudkan dengan kerja keras saya sendiri. Ditambah lagi, I’m still 21 years old (mau 22 sih. hehe). Masih pengen berpetualang. Hahaha… ๐Ÿ™‚

Well, apapun itu, Congratulation buat sobatku. Semoga lancar menuju pernikahan yang sakinah mawadah warohmah. Semoga Allah selalu meridhoi setiap langkah yang kita ambil dalam hidup ini. Doakan saya segera menyusul kalian ya. Hehehe.. Amiiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s