Saya Sudah Buktikan, Giliranmu… =)

Gegara dulu sempat ikutan tausiyahnya Ust. Yusuf Mansyur, saya jadi tergerak untuk sedekah. Sebelumnya bisa dibilang saya bukan orang yang mudah berbagi, tapi juga bukan berarti pelit. Paling nggak kalau mau kasih orang lain, saya mikir dulu. Kalau lagi ada uang yang langsung kasih, kalau nggak ada ya mikir dulu.

Akhirnya berbekal niat teguh, saya mulai rutin menerapkan sedekah. Ketika saya masih bekerja di sebuah harian pagi Kota Malang, saya sisihkan sedikit gaji saya untuk sedekah setiap bulan. Jumlahnya tidak besar. Tapi insyaAllah, ikhlas. Efeknya? Secara tidak saya sadari, Banyak kemudahan dan anugerah yang saya rasakan, setelah saya rutin bersedekah.

Suatu ketika ada rezeki tak terduga yang saya dapatkan. Menjelang Lebaran kalau nggak salah, Allah SWT kasih saya bonus. Jumlahnya sangat besar bagi saya saat itu. Berkali-kali lipat dari gaji yang saya terima. Sampai merinding saya pegang uang sebanyak itu. Alhamdulillah. Langsung saja sebagian dari itu, kembali saya salurkan untuk sedekah, sebagai bentuk terima kasih kepada Allah. Sisanya, buat teman, keluarga dan tentu saja saya sendiri.

Sejak saat itu saya semakin percaya, sedekah memang memberikan efek yang baik. Kita tidak akan pernah merasa kekurangan karena sedekah, justru kita jadi merasa cukup dan semakin kecanduan melakukan sedekah. Nggak percaya? Coba aja sendiri deh.. Hehe..

Salah satu kemudahan yang Allah berikan adalah ketika saya mengerjakan skripsi. Saya diberi dosen pembimbing yang luar biasa baik. Bantuan yang beliau berikan, lebih dari sekedar membimbing skripsi. Sampai selesainya skripsi, hingga saya mendapat nilai sempurna untuk Tugas Akhir saya tersebut. Alhamdulillah, saya lulus 3,5 tahun. Itu sebagian kecil saja dari banyaknya kemudahan yang diberikan Allah. Masih banyak kemudahan yang saya dapatkan, yang tidak mungkin saya ceritakan satu persatu disini (soalnya, banyak banget. Allah SWT Maha Baik pokoknya..)

Dahsyatnya sedekah semakin saya rasakan setelah selesai kuliah. Tepat 14 Februari 2011, saya dinyatakan lulus, setelah melalui ujian Komprehensif. Setelah itu, awal Maret 2011 saya diterima kerja di sebuah perusahaan di daerah Kota Batu. Karena ada satu dan lain hal, saya memutuskan mengundurkan diri pada akhir April 2011 (cuma kerja 2 bulan doank). Saya berpikir, InsyaAllah saya akan dapat pekerjaan yang jauh lebih baik dari ini. Saya merasa, saya tidak akan bisa berkembang banyak di perusahaan itu. Oleh karena itu, saya memutuskan berhenti sebelum terlambat.

Keluar dari pekerjaan, praktis saya jadi pengangguran. Saya berusaha untuk terus dekat dengan Allah. Saya percaya, Allah adalah tempat menggantungkan semua hal. Untuk minta pekerjaan, ya mintanya ke Allah SWT, Sang Pemilik Semesta Alam. Salah satu pendekatan pada Allah yang saya lakukan adalah menyedekahkan sebagian gaji yang saya dapat dari kantor lama. Saya niat menafkahkan rizki itu di jalan Allah. Saya percaya, Dia akan memberi gantinya yang jauh lebih baik.

Hampir dua bulan (Mei 2011 sampai pertengahan Juni 2011 ) menganggur, saya merasa hopeless (sedikit tapinya). Saya sempat berpikir, Allah kok belum mengabulkan doa saya? Kapan saya dapat pekerjaan? Sementara teman-teman saya sudah banyak yang bekerja di perusahan yang cukup besar. Sedikit iri sih, tapi ya sudahlah, rezeki masing-masing orang sudah diatur. Saya nggak putus asa. Saya tetap percaya janji Allah SWT.

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”. (Surah Al Baqarah 245)

Dan akhirnya terbukti. Selama menganggur itu, saya mengikuti beberapa tes di perusahaan-perusahaan yang ditawarkan oleh kampus, sembari terus berdoa, ‘Semoga ada satu yang lolos dari beberapa perusahaan itu’.

Alhamdulillah, penantian saya terjawab. Saya diterima bekerja salah satu perusahan yang bergerak di bidang trading stainless steel, carbon steels di Surabaya. Senang sekali rasanya. Allah mendengar dan mengabulkan doa saya ternyata. Yess… Finally… Tapi, kejutan tidak berhenti sampai disitu, sebuah perusahan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi produk-produk impor, juga menerima saya bekerja.

Speechless rasanya. Inilah janji Allah SWT yang saya buktikan sendiri. Kalau sebelumnya saya bingung dan galau karena belum dapat kerja, sekarang malah bingung memilih mau bekerja dimana. Subhanallah… Allah memang Maha Baik. Pulang dari Surabaya, tak henti-hentinya saya mengucap Alhamdulillah. Bahkan sampai nangis, sampai nggak sadar si kondektur minta uang tiketnya. Hahaha.. Thank’s, God. You’re the best.

NB: Sedekah itu baik, Teman. Nggak akan mendatangkan kerugian kok. Justru banyak manfaat yang kamu dapat karena sedekah. Investasi kepada Allah adalah investasi yang paling menguntungkan. Saya sudah buktikan, giliranmu… =)

Advertisements

One thought on “Saya Sudah Buktikan, Giliranmu… =)

  1. SubhanaAllah… smoga aku bisa menyusul langkahmu ris
    untuk mengamalkan sedekah…walaupun sekarang nyadar kalo masih blm bisa sedekah materi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s