Tenang saja, Bu..

Satu hal yang lucu dan konyol (menurut saya) terjadi kemarin. Saya pulang kantor, sekitar jam 6 sore. Cukup aneh, karena biasanya saya baru di rumah pukul jam 8 lebih. Masuk rumah, langsung disambut senyuman manis dari Ibu saya tercinta.

Dan kemudian terjadilah percakapan yang unik menurut saya :

“Haloo, anakku sayang,” sapanya ketika saya sedang memasukkan motor ke dalam rumah. Sedikit aneh dan berbeda. Jelas bikin saya heran. ‘Mom, are you Ok?’ Batin saya.

“Aku seneng anakku pulang sore,” katanya lagi dengan sumringah, sambil senyum pula. Semakin terasa aneh untuk saya.

“Tapi aku mau keluar lagi habis ini,” balasku sambil tetap membetulkan letak sepeda motorku.

“Mau kemana? Ngapain?” tanyanya lagi. Tetap senyum, tapi kali ini sambil melipat mukena.

Saya menjawab, “Mau ngerjain tugas kuliah bentar. Terus main. Jadi, aku pulang malam ntar. Boleh kan?” Menatapnya penuh harap.

“Iya nggak apa-apa. Maen aja. Yang penting nggak kerja,” katanya sambil tetap memamerkan senyum terbaiknya.

===========================

Kata-kata terakhirnya yang bikin ngejleb. Mungkin kasihan ngeliat anaknya tiap hari pulang malam terus, kayaknya nggak punya waktu main, dan nggak bisa menikmati masa mudanya.

Apapun itu yang penting, Asyik! Dapat ijin! Alhasil, hari itu saya menghabiskan waktu untuk main. Sampai puas. Nemenin pacar ngerjain tugas, sambil facebook-an. Trus keliling Malang, cari makan, ngobrol ngalor ngidul. Dan pulang jam setengah 12 malam. Waow! Anehnya lagi, Ibu, Bapak juga nyantai-nyantai aja, malah nitip bungkusin nasi goreng.

Sebenarnya kaget juga Ibu sampai mikir aku kerja terlalu keras. Apalagi masih harus kuliah juga. Padahal, aku juga ngerasa biasa-biasa aja. Udah kebiasaan banyak kerjaan dari SMA. Jadi ya biasa aja, meskipun kadang-kadang capek dan jenuh. Mumpung masih muda, kudu mengoptimalkan potensi yang ada. Tapi tetap kudu bisa ngatur waktu juga, biar nggak kehilangan masa muda. Hehehe… Tenang aja, Bu. Saya masih anak muda yang suka main, menggila dan hobi nyanyi kok [Hahaha.. Nggak nyambung]. Saya tahu kapasitas saya.

P.S. Alhamdulillah, saya dikasih orang tua yang super demokratis. InsyaAllah, saya bakal ngejaga amanat dan kepercayaan yang udah dikasih Ibu sama Bapak, dengan baik. Love you so bad! ^^

Advertisements

7 thoughts on “Tenang saja, Bu..

  1. hmm..
    sesungguhnya ada perasaan khawatir sebagai ibu..
    jangan lupa juga untuk menyisihkan waktu untuk memperhatikan keluarga lho nin,
    bapak ibu ato mungkin adik kakaknya, mereka juga butuh peranmu di rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s