Ternyata ini maksudNya…

Rencana Allah itu selalu indah. Sebuah kalimat yang gampang sekali diucapkan, tapi susah sekali untuk diyakini. Kadang saya masih suka nggak terima. Kenapa Allah memberi saya itu, memberi saya ini, membuat saya begitu, membuat saya begini? Kenapa Allah itu tidak mengabulkan doa saya? Kenapa Allah itu, tidak memberikan apa yang saya mau?

Hmm… Masih tidak lepas dari ingatan saya, akhir Februari lalu saya dinyatakan tidak diterima untuk menjadi panitia acara kampus saya. Jujur, saya kecewa. Saya ingin sekali terlibat dalam acara ini, karena ini acara besar. Sebuah konferensi internasional, pesertanya para ahli dari berbagai negara. Keren kan? Tapi, sialnya saya tidak diterima. Ok! Sedih? Pasti! Kecewa? Banget! Tapi mau apa lagi. Memang itu adanya, ya legowo saja. Mungkin Allah-ku punya maksud lain. Dan ternyata terbukti.

Dua hari kemudian, sesuatu terjadi. Saya mendapat tawaran mengisi halaman lain di koran saya. Pendek kata, belajar jadi jurnalis yang sebenarnya. Waow! Kaget? Iya! Seneng? Iya! Bingung? juga iya!

Banyak yang saya pikirkan untuk menerima tawaran itu atau tidak. Gimana nanti mengatur waktunya?

  • Saya masih kuliah aktif dengan tugas yang hiperaktif.
  • Saya masih harus PKL (praktik kerja lapangan).
  • Saya masih harus ribet skripsi juga.

Tapi, tapi, tapi…

  • Kuliah saya setiap hari, tidak terlalu banyak. Tugas-tugasnya juga bisa diatur.
  • Saya sudah tahu mau PKL dimana dan bagaimana mengaturnya nanti.
  • Skripsi saya, bab satu sampai bab 3, juga sudah bisa dibilang beres, tinggal poles sedikit, sudah bisa jalan ke Bab 4 dan seterusnya.

So, apalagi yang dipikirkan?

Akhirnya per 1 Maret ini, saya menggarap dua halaman di koran lokal Malang ini. Teknologi dan seluler, serta Xpresi M-Teens. Sangat menarik dan menantang. Tuntutannya lebih banyak. Efek sampingnya?

  1. Saya semakin jarang beredar di kampus [lha begitu ada waktu kosong, dipakai buat cari berita]
  2. Saya jadi punya waktu yang sangat sedikit untuk bermain [ya iyalah ]
  3. Saya jadi semakin belajar untuk manajemen waktu yang benar [kalau nggak gitu, bisa bentrok semua]
  4. Saya jadi belajar bekerja yang sebenarnya [biar nggak kagok nantinya]
  5. Saya dituntut untuk selalu konsentrasi [gimana enggak, pagi-sore=belajar sambil nguli, sore=nguli, malem=ngurusin tugas kampus]
  6. Saya jadi orang yang harus tahu apa aja berita terbaru soal teknologi [lha nulis berita teknologi, kan kudu tahu teknologi terbaru]
  7. Saya kudu merubah beberapa sifat buruk saya [doyan menunda pekerjaan, malas, dll]

Oalah, memang ini alasannya saya nggak diterima jadi panita konferensi internasional itu. Ya sudah. Ternyata ada hal lain, yang harus saya kerjakan dibanding itu. So, Mari Berjuang!

Advertisements

6 thoughts on “Ternyata ini maksudNya…

  1. Kalo boleh nambahin,kurang 1 lagi Efek sampingnya.
    8. Saya semakin dewasa, karena saya bisa mengerti bahwa Allah maha adil, ada hikmah di balik ini semua.
    *meski terdengar narsis*
    Saluut!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s