Perih

Kepedihan itu menyesakkan! Kesedihan itu menyakitkan!

Bahkan lebih sakit daripada terhujam oleh ribuan benda tajam!

Tapi manusia memang makhluk yang lemah dan tidak punya daya. Untuk hal sepele saja, sampai mengeluh luar biasa.

Itu kurasakan. Betapa aku memintaNya untuk mencabut segala kepedihan yang kurasakan.

Rapuh! Hari ini aku sedang rapuh. Aku hidup tapi seperti mati. Kosong.

Aku salah? Aku dosa? Jawabannya tidak!

Menjadi rapuh bukan sebuah kesalahan. Menjadi rapuh juga bukan dosa. Rapuh hanya sebuah jembatan untuk menjadi sosok yang lebih baik.

Manusia akan merasakan dan melewati fase rapuh, hingga akhirnya dia menikmati saat kuat.

Sekarang, hanya mencoba untuk merasakan kerapuhan, kesedihan, dan kepedihan, tanpa takut untuk melihat ke depan dengan sebuah kenikmatan sebagai ujungnya.

Tetap percaya bahwa Allah itu Tidak Tidur…

Advertisements

10 thoughts on “Perih

    • sedihnya cuma kemaren aja kok… insyaAllah sekarang udah netral.. inget katanya om Puguh.. Tuhan itu ndak Tidur. ^^

  1. >.< maaf y bee aq g ada wktu tu..
    sorry!

    :b he3 tp bee uda gpp kan?!
    q pcy kondisi kayak gini g lebih dari 1 hari buat qm ^^v cemangad2,

  2. Merasa rapuh menjadikan kita merasa butuh kepada-Nya, merendahkan diri, menyadari kelemahan diri, semakin mendekat kepada-Nya, dan itu indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s