Malam Berdaulat dan Berbudaya

Baru buka mata pagi ini (19/07), sebuah SMS udah nangkring di ponselku, isinya…

Bsok stg 7 standby d hotel y, Nin. Semua driver udh Q suruh ke hotel.

“Ok! It’s time to work (again),” batinku. Padahal, tadi malam sampai pagi ini, capeknya naudzubillah. Tapi ya bagaimana lagi, ini tugas terakhir untuk event ini, jadi dijalani saja. Jam 7 lebih dikit berangkat ke Bandara Abdul Rahman Saleh Malang, mengantarkan si artis balik ke Bandung. Dan selesai!

Jangan tanya apa aku bakalan pulang pagi itu (mungkin karena masih ngantuk), tapi ternyata masih harus ke kampus. KRS-an. Ternyata cuma ada 21 SKS untuk semester ini (masih sisa 2 SKS dari jatah SKS yang bisa kuambil). Selesai KRS-an, makan pagi dulu. Sebenarnya makan siang, karena waktu menunjukkan pukul 11.00 *sarapan atau makan siang, bu*. Dodolnya, umur udah 20 masih aja nggak bisa ngatur pola makan. Padahal udah wanti-wanti ke diri sendiri, kalau aku nggak mau tua sebelum waktunya cuma gara-gara pola makan yang berantakan. Ditambah lagi, rasanya ngantuk berat. Maklum 4 hari kemarin, banyak banget beban yang nemplok di pundakku, jadi kurang tidur.  Akhirnya, numpang tidur di ruang rapat. J

Baru tahu, ternyata temen-temenku mau ngadain acara 17an sore ini di Kelurahan Karang Besuki. Judulnya “Malam Berdaulat dan Berbudaya”. Aku memutuskan untuk turut andil. Walaupun capek, ndak apa-apa lah.

Acara pertama adalah lomba baca puisi untuk anak SD, kelas 1-6. Waa… capekku rasanya hilang lihat anak kecil. Anak kecil itu lucu, polos, apa adanya, naïf, pokoknya nyenengin. *menurutku*.  Acara lomba berlangsung, ternyata ada sedikit masalah. Masih ada banyak banget waktu kosong. Akhirnya, aku sama Cici, mencoba membuat ‘sesuatu’ untuk mengisi waktu acara yang kosong. Langsung aja bikin games dan alhasil jadi MC dadakan. Hahahaha… Lucu, ngeliatin anak kecil kalang kabut ikutan lomba.

Setelah acara lomba, dilanjutin acara diskusi dengan warga Kelurahan Karang Besuki. Acara ini berlangsung sampai cukup tenang dan sukses membuatku untuk ngantuk dan tertidur di sudut ruangan (lagi). Sempat tidur 15 menit, akhirnya diminta tolong temen-temen buat nyanyi sebagai penutup acara. OK! Kita habiskan hari ini.

Berkibarlah bendera negeriku

Berkibarlah engkau di dadaku

Tunjukkanlah kepada dunia

Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini

Selaras dan keanggunan

Daku ingin jemariku ini

Menuliskan kharismamu

Kesan yang paling dalam hari ini, alhamdulillah masih bisa membantu, menghibur dan menyenangkan orang lain, bisa ngerasain feel perayaan 17 Agustus secara berbeda. Lengkap aja rasanya. Thanks Lord, telah memberiku satu hari yang indah dan penuh makna. Alhamdulillah… *walau ngantuk dan tidur disana-sini* 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Malam Berdaulat dan Berbudaya

  1. Nindya 🙂

    Baru tahu ada tulisan ini 🙂 Aku tadi lagi iseng cari2 tentang Malam Berdaulat dan Berbudaya, trus nungol link ke post ini 🙂

    I didn’t know that you were tired, but still you helped us and took part. Thank you Nindya 🙂

    Sukses terus ya, may God bless us always 🙂

    • Hai Adel..

      Haha.. itu jaman dulu banget capek tapi menyenangkan. jadi kangen masa kuliah.
      Sukses juga buat kamu.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s