Kekosongan yang Indah

Aku merasakan kekosongan itu lagi. Entah untuk yang keberapa kali. Kosong dan sepi. Sepintas yang kurasakan adalah aku merindukannya, sangat merindukannya. Tapi, setidaknya aku telah belajar bagaimana cara meng-handle rinduku ini, agar tidak menjadi rindu yang salah.

Perlahan ku tutup mata, lalu berucap, “Ya Allah, berikanlah selalu perlindunganMu padanya, jauhkan dia dari segala keburukan, berikanlah selalu  kebaikan padanya”. Biasanya dengen begitu, aku bisa langsung tenang, emosiku terkontrol, jantungku bisa berdetak normal lagi. Tapi aneh, kali ini semuanya masih ‘sibuk’. Jantungku masih doyan marathon, emosiku masih naik turun. What happened?

Ya Allah, kalau boleh aku memilih, aku tidak ingin memiliki rasa ini. Dan otakku mengulang semua kenanganku bersamanya. Aku nggak ingin menangis, tapi sudah terlanjur menangis. Arrghh!!! Pengen marah, pengen teriak kenceng!!! Aku nggak mau kayak gini. Ya Allah, maaf. Mohon ampun padaMu. Hamba mungkin masih belum bisa ikhlas menerima takdirMu, bahwa hamba harus melepas dia. Mohon ampun, Ya Rabb…

Ok, stay calm, Nin. Kamu hanya sedang merindukannya. Titik. Hanya itu. Dan itu akan hilang beberapa saat lagi, batinku menguatkan.

Tapi rasanya sedih sekali. Rasanya butuh seseorang yang bisa aku jadikan tempat melepas lelah dan berkeluh kesah, yang bisa menjadi gudang support untukku agar aku tetap kuat menjalankan hidup, yang bisa membuatku tertawa dengan jokes-nya yang garing. I’m totally missing him!!!

Tapi yah, bukan Allah kalau Dia tidak bisa menghibur hambaNya dengan caranya, cara yang paling indah. Lewat sebuah artikel yang aku baca secara tidak sengaja di internet (saying aku lupa alamatnya), Dia menghiburku. Membuatku sadar akan sesuatu. Tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita dapatkan di dunia ini. Tapi jika kita punya kunci kebahagiaan, maka tidak ada lagi kesedihan. Dan kunci yang sering dilupakan itu adalah bersyukur. Saatnya untuk belajar, Nin.

  • Bersyukurlah kamu, sudah sempat dipertemukan Allah dengan dia. Walaupun hanya sebentar, setidaknya Allah mengirimnya untukmu saat itu, untuk membuatmu lebih bisa belajar memaknai hidup.
  • Bersyukurlah kamu, walaupun kamu sudah dipisahkan dengannya, tapi kamu masih memiliki orang-orang yang jauh lebih menyayangi dan membutuhkan kamu. Dan inilah salah satu kesempatan yang Allah berikan untukmu, agar bisa lebih berkontribusi untuk orang lain dan merengguk pahala dariNya.
  • Bersyukurlah kamu, Allah telah memberikan satu pengalaman hidup yang berharga untuk dijadikan pembelajaran untuk hidupmu ke depan dan yang pasti membuatmu menjadi manusia yang lebih baik.
  • Bersyukurlah kamu, bahwa dengan ini kamu bisa menjadi lebih dekat dan berusaha lebih mengenal Tuhanmu.

Ya Allah, jika ini caraMu untuk membuatku semakin mendekat dan lebih mengenalMu, jangan biarkan rasa ini pergi. Biarkan rasa ini semakin menyiksa, asal aku bisa semakin membawaMu ke dalam setiap detail hidupku. Amiin.

Advertisements

4 thoughts on “Kekosongan yang Indah

  1. assalaamu ‘alaikum….
    salam kenal….
    Nin, isilah kekosongan itu dengan dzikir pada Allah, menuntut ilmu syar’i, bergaul dengan orang2 sholih, beribadah dengan ikhlash dan benar…
    Semoga Allah ta’ala senantiasa memberi kita keni’matan iman…

    • Wa’alaikum salam..
      salam kenal juga..
      InsyaAllah sudah kulakuin ko.. Alhamdulillah.. emang cuma dzikir yang bisa bikin hati tenang dan lega.. udah kerasa banget aku..

      Semoga Allah ta’ala senantiasa memberi kita keni’matan iman…
      Amiin…

  2. ….
    ….
    kekosongan membuat manusia hampa
    dan menjadikannya lalai
    wahai insan ….
    jadikan waktu luangmu berguna
    jauhkan angan-angan dusta
    singkirkan bayangan jelaga
    ….
    ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s