Bom … Bom … Duaaarrr!!

Indonesia menangis lagi, entah untuk keberapa kalinya. Dua bom petaka meledak di JW Lounge, Hotel JW Marriott, dan Restoran Airlangga, Hotel Ritz-Carlton. Dua bom yang ‘mengahasilkan’ 9 tewas dan 55 menderita luka-luka. Apa modusnya? Aksi bom bunuh diri.

Aksi bom bunuh diri semakin eksis saat ini. Bagi “orang normal”, hal ini dianggap tak masuk akal. Tapi bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai “ jalan tersingkat menuju surga”.

Aksi bom bunuh diri juga tak kalah up-date seperti fashion. Para teroris terus melakukan “inovasi” terkait dengan aksi ini. Semakin kreatif dan berkelas tentunya. Seperti aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marrott dan Ritz-Carlton, dua pekan lalu. Sejumlah metode yang kerap digunakan pelaku bom bunuh diri saat ini.

Mobil

Bom Bali (1 Oktober 2003), Hotel JW Marriott (5 Agustus 2003) dan Kedutaan Besar Australia (9 September 2004) menjadi sasaran aksi bom bunuh diri menggunakan mobil. Modus ini membutuhkan persiapan yang matang dan biaya yang tidak sedikit.

Pesawat

Teroris membajak pesawat American Airlines dan menubrukkannya ke kedua gedung, yaitu Menara Kembar, World Trade Center dan Pentagon, New York (11 September 2001). Satu pesawat lain dibajak dan jatuh di Pennysilvania.

Truk

23 Oktober 1983 merupakan tanggal naas bagi 241 tentara Amerika dan 58 tentara Perancis yang sedang bertugas di Libanon. Truk bermuatan bom ditubrukkan ke barak marinir Amerika Serikat dan markas militer Perancis di Libanon.

Perahu

Kapal perang Amerika Serikat, USS Cole, sepanjang 150 meter ditubruk oerahu kecil berisi bom saat mengisi bahan bakar pada 12 Oktober 2000 di Aden, Yaman. Ledakan bom bunuh diri ini menyisakan lubang sebesar 6×12 meter persegi di lambung kiri kapal canggih itu.

Ransel

Bom Bali II (1 Oktober 2005) menjadi ikhwal percobaan aksi bom bunuh diri menggunakan ransel. Aksi ini sukses memporak-porandakan Kuta dan Jimbaran. Dan diduga taktik ini digunakan dalam aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marrott dan Ritz-Carlton, dua pekan lalu.

Rompi

Bom diikatkan ke tubuh pelaku dan tertutupoleh baju. Umumnya, bom akan terhubung dengan tombol di tangan. Bisa juga dikendalikan secara jarak jauh oleh “atasan” pelaku. Bom rompi umumnya dipakai pejuang Palestina.

(Sumber : Majalah Tempo)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s