Siapa bilang dia cuek?
Januari 11th, 2010 § 10 Komentar
Sebagai salah satu pekerja (internship) di sebuah media massa lokal Malang, saya mengisi sebuah halaman dari koran tersebut yang berjudul Xpresi M-Teens. Halaman ini bukan halaman yang berisi fakta dan peristiwa aktual. Bukan halaman yang memuat berita 5W1H. Xpresi M-Teens adalah halaman yang dikhususkan untuk membidik pembaca dari siswa SMA dan SMP [itulah kenapa ada embel-embel ‘Teens’].
Kadang semakin lama saya semakin bosan mengisi halaman ini. Stagnan. Itu-itu saja. Tidak ada tantangan seperti wartawan asli yang mencari berita asli. Bukan berarti berarti Xpresi M-Teens tidak asli, tapi hanya terasa kurang asli. Akibatnya, saya tidak lagi excited dengan pekerjaan ini. Tidak lagi menganggap ini kesenangan, tapi hanya kewajiban yang kudu dikerjakan. No heart feeling.
Sampai suatu saat, Redaktur M-Teens meminta M-Teens Crew [penanggung jawab halaman Xpresi M-Teens, terdiri dari 4 orang, termasuk saya] untuk rapat. Dalam meeting itu, redaktur saya memaparkan banyak hal, terutama pesan yang disampaikan oleh Dirut koran kami. Halaman yang kami garap ternyata diperhatikan oleh beliau. Pak Dirut yang kelihatannya cuek, nggak perhatian, tapi ternyata selalu membaca tulisan kami.
- Xpresi M-Teens yang saya pikir tidak penting, ternyata penting di mata beliau.
- Xpresi M-Teens yang saya pikir halaman sekedarnya, ternyata salah satu harapan dari beliau.
- Xpresi M-Teens yang saya pikir tidak mungkin beliau bahas dalam rapat bulanan, ternyata masuk dalam bahasan rapat beliau.
- Xpresi M-Teens yang saya pikir hanya project main-main, ternyata salah satu project jangka panjang beliau.
“Oalah, Pak, sampai segitunya perhatian Bapak,” batin saya setelah tahu hal tersebut.
Jadi malu sendiri, akhir-akhir ini saya kerja rada setengah-setengah. Ya karena passion yang semakin menurun itu. But, never mind. Semangat saya sudah kembali lagi gegara pembicaraan itu. Fakta baru lagi, ternyata Xpresi M-Teens punya banyak ‘kewajiban’ yang kudu direalisasikan tahun ini. Pelan-pelan, learning by doing lah. Dan intinya pekerjaan saya [kami, M-Teens Crew] jadi bertambah. Semakin banyak, semakin berat, semakin menarik dan semakin menantang tentunya.
Tantangan semakin banyak di depan. Akan banyak waktu, energi dan pikiran yang tersita. Let’s take the challenge!
Tanggung Jawab = Responsibility = Amanah
September 18th, 2009 § 4 Komentar
Ketika menyusuri jalan menuju suatu tempat, tentu saja dengan mengendarai si Hitamku, entah kenapa tiba-tiba otakku berpikir tentang “tanggung jawab”. Sedikit demi sedikit, aku mulai berpikir apa saja tanggung jawab yang aku emban dalam hidupku detik ini.
- Tanggung jawab sebagai anak. Aku adalah anak pertama dari 3 bersaudara. Beban sebagai anak pertama, tentunya lebih berat dibanding anak-anak selanjutnya.
- Tanggung jawab sebagai mahasiswi. Yang aku maksud disini adalah tanggung jawab sebagai mahasiswi yang merupakan generasi penerus bangsa. Yaitu tanggung jawab dimana aku harus mengembangkan diri dan menggali potensi yang aku punya. Ya kuliah, ikut organisasi, membuat suatu karya, dll.
- Tanggung jawab sebagai pekerja. Pekerjaan yang aku maksud ada dua jenis, dimana aku memang mendapatkan “hak” dan dimana aku belum mendapat “hak”. Dua-duanya, sama-sama mengharuskan melakukan brainstorming gila-gilaan. Mau tak mau, ini membuat aku harus pintar-pintar mengatur waktu antara belajar, bekerja dan bermainku.
- Tanggung jawab pada Sang Khaliq. Diantara semua tanggung jawab yang aku sandang, semua itu bermuara pada satu titik. Tanggung jawab terhadap Tuhanku, Allah swt. Tanggung jawab sebagai seorang muslim, yang tetap teguh pada agamanya, mengerjakan setiap kewajibannya, tetap berada pada jalanNya.
Semua “tanggung jawab” itu menyenangkan. Capek memang, tapi menarik. Mungkin jika orang lain menganggap biasa saja, ya terserah. Buatku ini luar biasa…^^
Motivasi terbesarku untuk terus berjuang adalah pemikiran tentang “amanah”. Kesempatan yang aku dapat, baik itu datang sendiri atau aku yang mencarinya, aku anggap sebuah amanah. Allah swt memberikan semua tanggung jawab ini padaku, berarti Dia tahu bahwa aku bisa melakukan semua tanggung jawabku itu, walau masih ada kesalahan disana-sini. Thanks Lord, for everything You give… ^^
