Malam Berdaulat dan Berbudaya

Agustus 24th, 2009 § Tinggalkan sebuah Komentar

Baru buka mata pagi ini (19/07), sebuah SMS udah nangkring di ponselku, isinya…

Bsok stg 7 standby d hotel y, Nin. Semua driver udh Q suruh ke hotel.

“Ok! It’s time to work (again),” batinku. Padahal, tadi malam sampai pagi ini, capeknya naudzubillah. Tapi ya bagaimana lagi, ini tugas terakhir untuk event ini, jadi dijalani saja. Jam 7 lebih dikit berangkat ke Bandara Abdul Rahman Saleh Malang, mengantarkan si artis balik ke Bandung. Dan selesai!

Jangan tanya apa aku bakalan pulang pagi itu (mungkin karena masih ngantuk), tapi ternyata masih harus ke kampus. KRS-an. Ternyata cuma ada 21 SKS untuk semester ini (masih sisa 2 SKS dari jatah SKS yang bisa kuambil). Selesai KRS-an, makan pagi dulu. Sebenarnya makan siang, karena waktu menunjukkan pukul 11.00 *sarapan atau makan siang, bu*. Dodolnya, umur udah 20 masih aja nggak bisa ngatur pola makan. Padahal udah wanti-wanti ke diri sendiri, kalau aku nggak mau tua sebelum waktunya cuma gara-gara pola makan yang berantakan. Ditambah lagi, rasanya ngantuk berat. Maklum 4 hari kemarin, banyak banget beban yang nemplok di pundakku, jadi kurang tidur.  Akhirnya, numpang tidur di ruang rapat. J

Baru tahu, ternyata temen-temenku mau ngadain acara 17an sore ini di Kelurahan Karang Besuki. Judulnya “Malam Berdaulat dan Berbudaya”. Aku memutuskan untuk turut andil. Walaupun capek, ndak apa-apa lah.

Acara pertama adalah lomba baca puisi untuk anak SD, kelas 1-6. Waa… capekku rasanya hilang lihat anak kecil. Anak kecil itu lucu, polos, apa adanya, naïf, pokoknya nyenengin. *menurutku*.  Acara lomba berlangsung, ternyata ada sedikit masalah. Masih ada banyak banget waktu kosong. Akhirnya, aku sama Cici, mencoba membuat ‘sesuatu’ untuk mengisi waktu acara yang kosong. Langsung aja bikin games dan alhasil jadi MC dadakan. Hahahaha… Lucu, ngeliatin anak kecil kalang kabut ikutan lomba.

Setelah acara lomba, dilanjutin acara diskusi dengan warga Kelurahan Karang Besuki. Acara ini berlangsung sampai cukup tenang dan sukses membuatku untuk ngantuk dan tertidur di sudut ruangan (lagi). Sempat tidur 15 menit, akhirnya diminta tolong temen-temen buat nyanyi sebagai penutup acara. OK! Kita habiskan hari ini.

Berkibarlah bendera negeriku

Berkibarlah engkau di dadaku

Tunjukkanlah kepada dunia

Semangatmu yang panas membara

Daku ingin jiwa raga ini

Selaras dan keanggunan

Daku ingin jemariku ini

Menuliskan kharismamu

Kesan yang paling dalam hari ini, alhamdulillah masih bisa membantu, menghibur dan menyenangkan orang lain, bisa ngerasain feel perayaan 17 Agustus secara berbeda. Lengkap aja rasanya. Thanks Lord, telah memberiku satu hari yang indah dan penuh makna. Alhamdulillah… *walau ngantuk dan tidur disana-sini* :)

Bom … Bom … Duaaarrr!!

Agustus 3rd, 2009 § Tinggalkan sebuah Komentar

Indonesia menangis lagi, entah untuk keberapa kalinya. Dua bom petaka meledak di JW Lounge, Hotel JW Marriott, dan Restoran Airlangga, Hotel Ritz-Carlton. Dua bom yang ‘mengahasilkan’ 9 tewas dan 55 menderita luka-luka. Apa modusnya? Aksi bom bunuh diri.

Aksi bom bunuh diri semakin eksis saat ini. Bagi “orang normal”, hal ini dianggap tak masuk akal. Tapi bagi sebagian orang, hal ini dianggap sebagai “ jalan tersingkat menuju surga”.

Aksi bom bunuh diri juga tak kalah up-date seperti fashion. Para teroris terus melakukan “inovasi” terkait dengan aksi ini. Semakin kreatif dan berkelas tentunya. Seperti aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marrott dan Ritz-Carlton, dua pekan lalu. Sejumlah metode yang kerap digunakan pelaku bom bunuh diri saat ini.

Mobil

Bom Bali (1 Oktober 2003), Hotel JW Marriott (5 Agustus 2003) dan Kedutaan Besar Australia (9 September 2004) menjadi sasaran aksi bom bunuh diri menggunakan mobil. Modus ini membutuhkan persiapan yang matang dan biaya yang tidak sedikit.

Pesawat

Teroris membajak pesawat American Airlines dan menubrukkannya ke kedua gedung, yaitu Menara Kembar, World Trade Center dan Pentagon, New York (11 September 2001). Satu pesawat lain dibajak dan jatuh di Pennysilvania.

Truk

23 Oktober 1983 merupakan tanggal naas bagi 241 tentara Amerika dan 58 tentara Perancis yang sedang bertugas di Libanon. Truk bermuatan bom ditubrukkan ke barak marinir Amerika Serikat dan markas militer Perancis di Libanon.

Perahu

Kapal perang Amerika Serikat, USS Cole, sepanjang 150 meter ditubruk oerahu kecil berisi bom saat mengisi bahan bakar pada 12 Oktober 2000 di Aden, Yaman. Ledakan bom bunuh diri ini menyisakan lubang sebesar 6×12 meter persegi di lambung kiri kapal canggih itu.

Ransel

Bom Bali II (1 Oktober 2005) menjadi ikhwal percobaan aksi bom bunuh diri menggunakan ransel. Aksi ini sukses memporak-porandakan Kuta dan Jimbaran. Dan diduga taktik ini digunakan dalam aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marrott dan Ritz-Carlton, dua pekan lalu.

Rompi

Bom diikatkan ke tubuh pelaku dan tertutupoleh baju. Umumnya, bom akan terhubung dengan tombol di tangan. Bisa juga dikendalikan secara jarak jauh oleh “atasan” pelaku. Bom rompi umumnya dipakai pejuang Palestina.

(Sumber : Majalah Tempo)

Di mana saya?

You are currently browsing entries tagged with Indonesia at an1ndya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 117 pengikut lainnya.